33
b. AI-generated disinformation poses threat of misleading voters in 2024
election,
https://www.pbs.org/newshour/politics/ai-generated-
disinformation-poses-threat-of-misleading-voters-in-2024-election,
Dalam ulasan ini dibahas peringatan dari para ahli teknologi tentang risiko
penggunaan teknologi AI untuk membuat foto, video dan audio palsu
yang cukup terlihat realistik bagi para Pemilih yang rentan. AI tools saat
ini dapat meng-copy suara manusia termasuk gambar, suara dan video
yang hyperrealistis dalam hitungan detik. Ditambah algoritma sosial
media yang dapat mentarget audiens spesifik secara luas, dalam waktu
cepat akan meningkatkan risiko kecurangan kampanye. Dalam tulisan ini
diberikan contoh manipulasi dukungan yang palsu lewat teknologi AI
yang sulit diatasi misalnya teknologi AI dapat membuat video palsu
seorang figur terkenal (seperti Elon Musk) yang sangat realistis dan
meyampaikan pesan agar memilih salah satu kandidat dalam Pemilu.
c. The AI political campaign is here,
https://edition.cnn.com/2023/05/02/politics/ai-election-ads2024/index.html
Pada ulasan ini dibahas kekhawatiran perkembangan teknologi AI akan
menampilkan
banyak
kepalsuan
dalam
proses-proses
politik.
Penggunaan teknologi AI yang belum banyak teregulasi membuat
pentargetan pemilih pada Pemilu secara massif saat ini dapat dilakukan
dengan sangat mudah. Imran Ahmed, CEO the Center for Countering
Digital Hate selaku Narasumber dalam ulasan ini mengatakan AI dapat
memberikan versi demokrasi Amerika yang paling gelap karena dapat
membuat politisi mengatakan atau berbuat sesuatu yang tidak pernah
dilakukan. Dalam konteks politik, dirinya mengusulkan dibuat perjanjian
perlucutan teknologi bersama, semacam perjanjian non-proliferasi, terkait
penggunaan AI generatif oleh partai politik karena hal tersebut
merupakan olok-olok terhadap pemilu yang demokratis.
63. Bahwa Undang-Undang Pemilu belum mengatur seluk-beluk citra diri Peserta
Pemilu yang akan dipergunakan dalam materi maupun bahan kampanye.
Pembatasan penggunaan teknologi digital termasuk dengan bantuan
teknologi artificial intelligence (AI) juga belum diatur. Akibatnya, peserta
pemilu dapat dengan leluasa melakukan pemolesan atas citra diri baik
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents