desa, kecamatan ke kecamatan, dan sekarang kita dihadapkan dengan pemerkosaan terhadap hak-hak demokrasi. Saudara-Saudara, Majelis Hakim yang saya muliakan. Seluruh bangsa akan berharap suatu keadilan. Katakanlah kalau yang benar benar, yang salah salah. Kami tidak mau berkuasa di atas ketidakbenaran. Kami tidak mau menerima mandat di atas kecurangan. Tetapi sangat sulit bagi kami untuk mengakui suatu rangkaian kecurangan yang demikian terstruktur, terencana, dan masif. Apalagi ada upaya pembongkaran kotak suara. Saya juga tidak akan terlalu menguraikan, tetapi ketua-ketua partai kami di daerah, di kabupaten rumahnya dibakar, ketua partai kami di Kalimantan Barat dikeroyok oleh pemuda-pemuda. Di Banyuwangi, rumah saksi kami dibakar. Majelis Hakim yang kami hormati (…) 21. KETUA: HAMDAN ZOELVA Pak Prabowo, bisa dipersingkat. Silakan. 22. PEMOHON: PRABOWO SUBIANTO Ya, saya sudah mau selesaikan, Pak. Tapi karena ini adalah sesuatu yang sangat mendasar, kami … terpaksa kami menyampaikan hal-hal ini. Kami percaya kepada Majelis Hakim Konstitusi, kami mohon keadilan demi bangsa, negara, dan rakyat Indonesia, dan demokrasi yang telah kita sepakati. Karena kalau keadilan tidak bisa kita dapat, kami sangat-sangat khawatir atas masa depan demokrasi, masa depan bangsa Indonesia. Kalau rakyat tidak percaya lagi kepada sistem yang dibangun, ke mana lagi mereka berharap keadilan? Majelis Hakim Yang Saya Hormati, kami mohon maaf kalau ada kata-kata kami yang mungkin kurang berkenan di hati para Hakim, tetapi inilah yang kami sampaikan. Kami percaya bahwa Mahkamah akan menunjukkan kepada seluruh bangsa Indonesia bahwa kedaulatan yang hendak kita tegakkan adalah kedaulatan rakyat, bukan kedaulatan uang, atau kedaulatan pemilik modal besar yang menjadi kendali di balik layar, ataupun kedaulatan bangsa asing yang ingin mengendalikan nasib bangsa Indonesia. Karena Majelis Hakim, walaupun ini mungkin tidak termasuk ranah yang harus diselesaikan oleh Hakim Konstitusi, tapi saya ingin menyampaikan di sini bahwa ada negara asing tertentu yang mengundang bupati-bupati kami, walikota-walikota kami, dan berusaha memengaruhi mereka. Ini kami anggap campur tangan asing. Bayangkan, pemilihan Republik Indonesia, negara asing ikut ingin memengaruhi. Demikian, Majelis Hakim. Sebagai penutup dari pengantar ini, kami Prabowo-Hatta, meminta kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memilih kami agar tetap bersabar untuk menunggu datangnya 15

Select target paragraph3